:AYO BANGUN DESA KITA WAHAI PEMUDA SAMBORA

Senin, 18 Juni 2012

Sambora Ngangenin

Asal membuka facebook pasti aku akan membuka group membangun desa Sambora, sebab di group tersebut saya bisa melihat teman-teman sekampung yang selalu ngangenin. Selain itu saat melihat group tersebut aku juga jadi tahu informasi terkini yang disampaikan teman-teman semua.

Nah kalau sudah buka group membangun Desa Sambora, aku pasti pingin buka blog Membangun Desa Sambora juga. Blog yang aku buat khusus untuk tulisan-tulisan mengenai desa Sambora, termasuk orang-orang yang ada di dalamnya.

Hmm bingun mau nulis apa lagi,... soalnya Sambora sudah banyak aku tulis di blog ini. Aku cuma nunggu tulisan-tulisan kawan dari facebook yang diharapkan bisa di posting di blog ini juga. Namun sampai sekarang kawan-kawan belum ada yang membuat tulisan.

Padahal nulis itu enak banget lo, sama dengan kita melakukan pekerjaan lain. Buktinya saya sudah menghasilkan ribuan tulisan semenjak kerja di Tribun. Bahkan di beberapa blog saya juga sudah menghasilkan ratusan tulisan.

Jadi buat kawan, yang berminat untuk menulis silahkan saja menulis apa yang mau ditulis, jangan ragu-ragu apalagi malu-malu. Sebab orang yang besar kemaluan akan sulit bergerak dan maju. Karena keberatan kemaluan. Hahaha. La kok blarak-blarak teko ndi-ndi.

Wes bengi, turu disek yo..... selamat bengin kanggo teman temin dan rekan rekin.......... 



Sabtu, 16 Juni 2012

Ada yang Copas

Kemarin ada teman kita dari Sambora yang mau bikin blog. Saya bilang lihat saja di mbah google, pasti kamu akan tahu bagaimana caranya membuat blog. Eh tak berapa lama dia sudah membuat blog, ya lumayanlah untuk pemula.

Tapi sayangnya, beberapa isi dalam blog tersebut semuanya Copi Pasti alias Copas. Beberapa kalimat yang saya tuliskan di blog INI (BLOG MEMBANGUN SAMBORA) dia salin lagi di blognya, hanya diganti nama ataupun tempatnya saja. Sudah begitu tidak pakai izin lagi. Tapi saya tetap menghargai dia, berarti dia ada kemauan.

Hanya saja saya menyarankan, kalau ingin membuat tulisan, harus lebih kreatif sedikit, jangan malu karena kita juga sama-sama belajar. Kita harus tampil beda dengan blog yang sudah ada. Tulis apa saja yang mau kita tulis, kalau bisa lebih kreatif lagi dari blog saya ini. Dengan demikian ada kepuasan tersendiri karena kita berhasil dengan jerih payah kita sendiri.

Buat Makdum, dah tembak saja deh, kedepan harus lebih kreatif, kalau bisa usahakan selalu ada informasi terbaru dari sekitar anda, supaya orang mau membaca blog anda. Ingat lo blog dibaca bukan karena hanya tampilannya namun karena blog tersebut selalu diisi dengan informasi terbaru.

Pokoknya apapun yang mau anda tulis silahkan saja tuliskan, lama-kelamaan anda akan merasakan nikmatnya menjadi penulis.

Foto Foto Desa Sambora

 Ini lek Surahman saat akan berangkat ke kerambak, di bendungan omah tengah
 Yang ini Aji, anake lek Di balek ngaret (cari rumput) ko sawah gunung,, seru kan??? suasanane apik tenan
 Nek ini guri omahku bah, kandang kambinge Ahmad iki. Neng sekitar kandang eneng kayu bakar, ndeso banget kan
 Iki Supomo alias M Soleh, ape neng gone lek Lem, sambil Nelpon. Mantep kan, gotot awake, yo. Momok gitu lo. Tahu ape golek bojo neng Jowo, tapi sing wedok ra gelem di jak neng Sambora, dadi ra sido rabi, hehehe koyo aku yo mok. Tapi santai mok kue ganteng pun.
 Iki Cap Ayam, ngarep omahe mbak Sus, dalan sing lurus merono iku parak e nggone lek Lem. utowo ape neng gone Pak Tuo Gaib. Hehehe, saiki dalane wes apik yo kampunge.
 Iki Marsodik, alias pak ngaye, pengusaha pembibitan ikan yang ada di Sambora. Alhamdulillah dia sukses dengan usahanya sendiri, dan bisa menggaji dirinya sendiri. Satu diantara pemuda yang patut dicontoh. Selain sodik ada juga Sopik, Huda dan beberapa pemuda harapan Sambora. Mantap kan
 Iki Mandon, adike teberay, alias adike Said, ataupun adike Tuke, balek ngaret jarene, tapi kok ora gowo suket... Gayane gowo arco tapi ra mampu gowo balek. Halo mandon,, sedelok ngkas ramadon datang lagi
Iki sawahe Karjan, sing eneng gubuk kae sawae lek Parmi, mamake david... Bar panen pari, alhamdulillah lumayan kenek nggo modal David nek ape rabi. Hehehe. Sekian foto-foto desa Sambora. lain waktu insa Allah akan ada foto-foto terbaru yang akan kami sajikan untuk anda semua.
ini si tole vikram, lagi ngonekno mercon pring........... ngantek idepe kriting

Sambora dan Pengaruh Teknologinya

Tadi ada rekan satu kampung yang sekarang tugas di Kabupaten Suka Mara bertanya kepada saya. "Blog Sambora itu yang buat kamu kah" saya jawab "Iya". Dia kemudian mengatakan sudah melihat isi blog yang ada di dalamnya, tapi dia tidak memberikan komentar apa-apa mengenai blog tersebut.

Walaupun tidak ditanya, saya akan menjelaskan maksud dan tujuan saya membuat blog tersebut. Yang pertama niat saya adalah, untuk mengenalkan kepada orang lain tentang desa Sambora. Supaya orang tidak terkejut dan banyak bertanya ketika kita menyebutkan nama Sambora.

Yang kedua, adalah untuk memberikan informasi kepada rekan-rekan yang kebetulan ada di luar daerah, dan jarang kembali ke rumah. Setidaknya dengan informasi tersebut bisa menjadi pengobat rindu buat meraka Sekaligus untuk mengetahui perkembangan terbaru di Desa Sambora.

Meskipun saya akui isi blog tersebut belum maksimal, karena tidak selalu updet informasinya. Ya maklum saja saya juga jarang pulang ke Sambora, karena saat ini saya sedang tugas di Ketapang. Kalau mau pulang paling satu bulan sekali atau lebih.

Oh ya ngomong-ngomong soal Sambora, saudara kita yang ada di Sukamara tadi> Biar enak sebutkan saja namanya, dia adalah anggota satuan lalulintas polres Suka Mara, mungkin pangkatnya sudah brigadir sekarang ya, hehe sori gak tahu... Mudah-mudahan saja benar.

Dia menyatakan, sekarang pergaulan di Sambora sudah luar biasa ya... Saya hanya mengiyakan saja, saya tidak akan bicara soal itu panjanglebar di sini, mungkin saja dia juga sudah tahu kabar dari teman ataupun keluarganya yang ada di Sambora. Saya juga takut nanti malah menjadi gibah.

Bisa saja itu akibat dari penggunaan teknologi. Karena disadari atau tidak, saat ini perkembangan media dan teknologi semakin luar biasa, di Sambora anak-anak bisa mengakses informasi dengan sangat mudah dan cepat. Hanya dengan fasilitas telpon genggam mereka bisa mengakses berbagai situs yang tersedia di dunia maya.

Perlu penyadaran dan pemahaman, sehingga mereka tidak memanfaatkan teknologi untuk kepentingan-kepentingan yang kurang bermanfaat, sehingga kita tidak terjerumus pada tindakan yang melanggar norma-norma di masyarakat dan aturan dalam agama.

Kita wajib mengenal perkembangan teknologi, namun kita harus tetap bisa mengendalikannya, bukan sebaliknya menjadi korban dari teknologi. Salam dari Ketapang...

Minggu, 27 Mei 2012

Pemuda Dalam Islam


Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud -radhiallahu ‘anhu-, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya”. (HR. At-Tirmizi)
Hadits di atas jelas menunjukkan bahwa masa muda merupakah salah satu nikmat terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dan itu sekaligus menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan usia muda dan para pemuda. Karenanya berikut sedikit keterangan mengenai pemuda dalam pandangan islam.
Peran Pemuda Dalam Islam
Tidak diragukan lagi bahwa para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan manusia secara umum dan masyarakat kaum muslimin secara khusus, karena jika mereka adalah para pemuda yang baik dan terdidik dengan adab-adab Islam maka merekalah yang akan menyebarkan dan mendakwahkan kebaikan Islam serta menjadi nakhoda ummat ini yang akan mengantarkan mereka kepada kebaikan dunia dan akhirat. Hal ini dikarenakan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah memberikan kepada mereka kekuatan badan dan kecemerlangan pemikiran untuk dapat melaksanakan semua hal tersebut. Berbeda halnya dengan orang yang sudah tua umurnya walaupun para orang tua ini melampaui mereka dari sisi kedewasaan dan pengalaman, hanya saja faktor kelemahan jasad -kebanyakannya- membuat mereka tidak mampu untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan oleh para pemuda.
Oleh karena itulah para sahabat yang masih muda -radhiallahu ‘anhum- memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama ini baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Di antara mereka ada Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr ibnul Ash, Muadz bin Jabal, dan Zaid bin Tsabit yang mereka ini telah mengambil dari Nabi -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- berbagai macam ilmu yang bermanfaat, menghafalkannya, dan menyampaikannya kepada ummat sebagai  warisan dari Nabi mereka. Di sisi lain ada Khalid ibnul Walid, Al-Mutsanna bin Haritsah, Asy-Syaibany dan selain mereka yang gigih dalam menyebarkan Islam lewat medan pertempuran jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seluruhnya mereka adalah satu ummat yang tegak melaksanakan beban kewajiban mereka kepada agama, ummat, dan masyarakat mereka, yang mana pengaruh atau hasil usaha mereka masih kekal sampai hari ini dan akan terus menerus ada -dengan izin Allah- sepanjang Islam ini masih ada.
Para pemuda di zaman ini adalah para pewaris mereka (para pemuda dari kalangan shahabat) jika mereka mampu untuk memperbaiki diri-diri mereka, mengetahui hak dan kewajiban mereka, serta melaksanakan semua amanah yang diberikan kepada mereka yang berkaitan dengan ummat ini. Dan bagi mereka khabar gembira dari Nabi mereka -Shollallahu alaihi wasallam- tatkala beliau bersabda dalam hadits yang shahih, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya,” lalu beliau menyebutkan di antaranya, “Seorang pemuda yang tumbuh dalam penyembahan kepada Rabbnya.”
Perhatian Islam Kepada Pemuda
Agama kita Islam yang mulia ini mempunyai perhatian yang sangat besar mengenai pertumbuhan dan perkembangan para pemuda, karena merekalah yang akan menjadi tokoh di masa yang akan datang, yang akan menggantikan dan mewarisi tugas-tugas mulia dari ayah-ayah mereka kepada ummat ini. Berikut beberapa tuntunan Islam yang berkaitan dengan apa yang kita sebutkan:
1.    Islam menuntunkan setiap lelaki untuk memilih istri yang sholihah yang akan lahir darinya anak-anak yang sholeh yang selanjutnya tumbuh menjadi para pemuda yang beraqah dan berakhlak Islamy. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- bersabda mengingatkan setiap lelaki yang mau mencari istri, “Pilihlah  yang baik agamanya, kalau tidak maka celaka kamu.”
Hal ini dikarenakan jika Allah -Subhanahu wa Ta’ala- memberikan rezki berupa anak-anak dari istri yang sholihah maka dia -sebagai ibu- akan tegak melaksanakan perannya dalam rumah tangganya dalam hal mendidik dan mengarahkan anak-anaknya kepada tuntunan Islam. Ini adalah tuntunan Islam kepada para pemuda sebelum lahirnya.
2.    Memberikan nama yang baik kepada anak, karena nama yang baik itu juga memiliki makna dan pengaruh yang baik pada akhlak sang anak, karena dia merupakan lambang dari doa atau harapan orang tua kepada Allah tentang anaknya. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- memotifasi setiap orang tua untuk memilih nama yang baik buat anak mereka serta menjauhi nama yang jelek atau nama yang menunjukkan atau mengandung makna yang kurang pantas.
3. Melaksanakan nasikah/aqiqah untuk anak, karena hukumnya adalah sunnah mu`akkadah dan memiliki pengaruh yang baik kepada anak. Ketiga perkara di atas adalah tuntunan Islam kepada para pemuda di awal pertumbuhannya.
4.    Menaruh perhatian yang besar dalam mendidik anak ketika dia sudah memasuki usia mumayyiz dan sudah mempunyai daya tangkap (paham).
Dan telah ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- dalam hal ini, bagaimana beliau mengajarkan kepada anak-anak dan para pemuda dari kalangan sahabat semua perkara keagamaan dari yang palng besar sampai pada perkara yang paling kecil. Beliau bersabda kepada Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma- ketika mengajarkan beberapa perkara aqidah kepadanya, “Hai anak kecil, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkataan: Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya kamu akan mendapati Dia berada di depanmu, jika kamu meminta maka minta hanya kepada Allah dan jika kamu meminta pertolongan maka minta pertolongan hanya kepada Allah”. (HR. At-Tirmizi)
Dan beliau bersabda dalam masalah sholat, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka karena (mereka meninggalkan) nya ketika mereka telah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidur”.
Dan beliau juga pernah menegur Umar bin Abi Salamah ketika dia sedang makan, “Hai anak kecil, bacalah bismillah (sebelum makan), makanlah dengan (tangan) kananmu dan (mulailah) makan dari (makanan) yang terdekat denganmu”. (HR. Muslim)
Dan selainnya dari hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Islam menaruh perhatian yang besar terhadap para pemuda, dan Islam mengawasi serta mengarahkan mereka dalam setiap fase umur mereka yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan daya tangkap masing-masing pemuda.
Apalagi Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- telah mengkhabarkan dalam hadits Abu Hurairah, “Setiap (anak) yang dilahirkan (pasti) dilahirkan di atas fitrah, kedua orang tuanyalah yang membuat dia jadi Yahudi atau Nashrani atau Majusi”.
Hadits ini menunjukkan bahwa fitrah setiap anak yang dilahirkan adalah kebaikan, kebenaran, dan di atas nilai-nilai Islam, dan fitrah ini jika dijaga oleh kedua orang tuanya dan mereka mengarahkannya kepada kebaikan maka sang anak pasti akan mengarah kepada jalan-jalan kebaikan. Adapun jika kedua orang tua menyimpang dari nilai-nilai Islam dalam mendidik anak-anak mereka maka fitrah ini akan rusak dan ikut menyimpang dari nilai-nilai Islam sesuai dengan pendidikan orang tuanya. Maka jika orang tua adalah Yahudi atau Nashrani atau Majusi maka sang anak akan tumbuh di atas agama yang buruk ini yang secara otomatis telah merusak fitrahnya. Adapun jika orang tuanya adalah muslim yang sholeh, pasti dia akan menjaga fitrah yang mulia ini, yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah tempatkan ke dalam hati setiap anak, lalu menumbuhkannya, mensucikannya, dan menjaganya.
5.    Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan setiap anak ketika kedua orang tuanya atau salah satunya sudah berusia lanjut agar dia berbuat baik kepada keduanya atau kepada yang masih hidup di antara keduanya, dan agar sang anak mengingat pendidikan kedua orang tuanya kepadanya ketika dia masih kecil. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menyatakan, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kalian jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah sampai pada usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra` : 23-24)
Sisi pendalilan dari kedua ayat di atas adalah dalam firmanNya, “Sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. Maka perawatan orang tua kepada anaknya adalah suatu nikmat dan kebaikan untuk sang anak yang wajib dia balas kepada kedua orang tuanya. Bukan yang diinginkan dengan perawatan dalam ayat ini hanya terbatas pada perawatan yang sifatnya jasmaniyah saja, dalam artian mencukupi mereka dalam hal makanan, minuman, tempat tinggal, dan selainnya. Karena jika perawatan sebatas pada perkara-perkara tersebut maka tidak ada bedanya dengan perawatan binatang kepada anaknya. Akan tetapi yang lebih penting dari hal itu adalah perawatan maknawiyah berupa menjaga fitrah sang anak agar tetap suci, mengarahkannya kepada kebaikan, menanamkan nilai-nilai Islam pada dirinya, serta membiasakan mereka untuk tumbuh dan berkembang dalam aturan-aturan Islam, inilah perawatan yang akan mendatangkan manfaat yang pengaruhnya akan terus bersama sang anak.
Adapun sekedar merawat mereka dengan perawatan jasmaniyah, maka hal ini justru lebih mendekati kepada perbuatan merusak mereka daripada memperbaiki mereka. Karena seorang anak, jika dipenuhi semua kebutuhannya dari sisi makanan, minuman, dan keinginan tetapi tidak diberikan perawatan maknawi berupa pendidikan keagamaan yang benar maka ini adalah sebesar-besar faktor yang menyebabkan mereka tumbuh di atas sifat-sifat kebinatangan.
Maka jika kedua orang tua merawat anak mereka dengan kedua jenis perawatan ini maka inilah yang merupakan kebaikan besar yang akan terus-menerus dikenang oleh sang anak ketika dia merasakan kebaikan dari kedua orang tuanya sehingga dia bisa berkata sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” Wallahu a’lam bishshawab.

http://al-atsariyyah.com/pemuda-dalam-islam.html

Sopo Sing Ra Lulus?

Selamat yo kanggo cah cah Sambora sing lulus Ujian Nasional. Kanggo sing durung lulus yo sabar ae. Jenenge juga kompetisi, pasti eneng sing lulus lan sing ora lulus. Yakin ae pasti kabeh ono hikmahe. Sing penting cah=cah Sambora wes melakukan hal terbaik, dengan mengerjakan soal secara jujur.

 Durung berhasil adalah kesuksesan sing tertunda, ben awak e iso menang, berarti awake kudu melok kompetisi meneh pada Ujian Nasional tahun ngguri. Sebab kesuksesan eneng kalane dilalui disek songko kegagalan. Maka songko iku mau, kanggo siswa sing durung lulus kudu sinau sing lebih rajin meneh. Ojo kakean dolanan, opo meneh kakean pacaran. Hahaha.

Lah kanggo sing wes lulus, bukan berarti kalian saiki karek seneng-seneng. Eneng tantangan sing luwih abot meneh. Yoiku kuliah. Sebab kuliah iku ora podo karo waktu awak e sing sekolah. Kuliah iku karek awak e dewe. Nek ape maju yo kudu tenanan kuliahe. Yo opo ora. Takok Makdum nek ra percoyo.

Sopo ngerti juga awak e iso koyok Bahtiar sing saiki bakalan dadi dokter. Oh yo siji meneh sing paling penting sing ora iso ditinggalke yo iku, akeh-ake doa. Supyo opo sing dilakoni ketrimo deneng Allah SWT. Sebab ra eneng sesuatu sing iso dilakoni kejobo pangestune Gusti Allah.

Minggu, 20 Mei 2012

Band Kumis Tapi Keren

Buat Cah Sambora, nama Makdum Ibrahim tentu sudah tidak asing lagi. Dia adalah pemain drum Ayudia Band yang sekarang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Pontianak.

Pria yang sekilas mirip dengan giring Nidji ini juga sangat menyukai berbagai permainan alat musik, seperti gitar can keybord. Tak heran jika penampilannya selalu seperti anak-anak band yang sudah cukup terkenal di ibu kota.

Kumis begitu dia biasa dipanggil, dia termasuk akfitis Sambora yang sering berkecimpung dalam berbagai kegiatan. Dalam konser taklim dia juga sangat aktif, bahkan karena kegemarannya itulah dia banyak disukai cewek-cewek cantik.

Ya semoga saja, setelah dia menyelesaikan studinya nanti bisa ikut serta membangun desa Sambora. Sehingga Desa yang kita banggakan ini bisa menjadi lebih baik, karena kemajuan ada ditangan pemuda yang mempunyai talenta seperti dirinya. Salam hangat dari Ketapang.

Jangan Apatis Terhadap Perubahan

Sekitar bulan Desember 2012 mendatang Desa Sambora akan mengadakan pesta enam tahunan, yakni pemilihan kepala desa. Karena masa jabatan kepala desa sekarang akan segera berakhir. Wah siapa ya yang akan menjadi pemimpin desa Sambora nantinya. Jawabannya pasti akan diketahui setelah proses pilkades selesai.

Kendati demikian, hingar bingar soal pilkades belum begitu terdengar di desa berpenduduk sekitar 2500 jiwa tersebut. Kecuali incumbent yang diprediksi bakal mencalonkan diri kembali menjadi kepala desa untuk enam tahun kedepan. Sementara figur lainnya belum terlihat sama sekali. Kita tunggu saja siapa calon yang akan maju nantinya.

Sebagai orang yang berpendidikan kita tentu harus memilih calon pemimpin yang tepat, pemimpin yang bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik untuk desa yang kita cintai ini. Kita tidak boleh apatis (acuh) terhadap pembangunan di desa Sambora. Kita harus melibatkan diri didalamnya dengan memilih calon yang tepat.

Kita juga harus berani mengawal pemimpin terpilih, sehingga dirinya benar-benar bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Jika memang pemimpin yang kita pilih melakukan kesalahan kita harus berani mengkritisinya supaya amanah yang telah kita berikan kepada dia dapat dijalankan sesuai dengan yang diharapkan.

Beberapa waktu lalu, saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa masyarakat. Mereka menyatakan kecewa terhadap kepala desa saat ini. Karena terkesan acuh terhadap masyarakat yang dia pimpin. Sementara masyarakatpun tidak memperdulikannya.

Sikap demikian termasuk salah satu sikap apatis, yang terkesan tidak perduli dengan kemajuan desa kita sendiri, karena hanya ingin mencari aman untuk kepentingan diri sendiri. Padahal kita juga mempunyai kewajiban untuk bersama-sama membangun desa Sambora. Bukan sebaliknya membiarkan apa adanya bak air yang mengalir begitu saja.

Kita harus berani bertindak untuk sebuah perubahan. Sebab segala sesuatunya tidak akan bisa berubah tanpa ada niat dari kita untuk merubahnya. Soal keamanan, sejatinya bukan karena dia atau siapa yang menjadi pemimpin, namun karena kebersamaan kita untuk menjaga keamanan desa kita sendiri itulah yang menjadi kuncinya. Semoga sharing kita ini membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Salam Cah Sambora

 

Rabu, 25 April 2012

Nama Kecilnya Oyon

Edisi pekan ini, tentu sudah ditunggu-tunggu oleh komunitas group Cah Sambora. Sebab sosok yang akan kita kupas kali ini adalah pria ganteng bernama Prima Yudha. Cowok macho yang jadi idaman banyak cewek tersebut kini sedang mengenyam pendidikan di Jawa sana.

Bisa dilihat sendiri bagaimana penampilannya, sangat gagah dan menyakinkan. Kalau sudah begini sudah barang tentu cewek-cewek akan klepek-klepek dibuatnya. Apalagi kalau dia sudah mengenakan seragam kebesarannya, makin tambah gagah saja.

Oyon begitu nama panggilan di kala kecil dulu. Disaat masih anak-anak dia mempunyai kebiasaan yang unik. Sebab dimanapun pamannya pergi (Nadjib Murtadho) dia selalu ikut, tahu di mana dia duduk?? duduknya di bagian depan vespa dengan kondisi duduk. Sehingga kalau dari depan dia tidak kelihatan.

Nah sekarang meskipun sudah besar dan mempunyai pacar, dia juga masih suka nangis lo. Apalagi kalau sudah tiba saatnya lebaran, sementara dia masih berada di pulau seberang, pasti deh mbrebes mili. Lalu bilang. "Aku sedih kangen kampung halaman", padahal pingin mimik sama mbahnya. Akakakakaka. Lucu kan.

Tapi sekarang Alhamdulillah dia sudah lebih dewasa lagi, berpisah dengan orang-orang yang dia cintainya sudah menjadi hal yang biasa. Itu semata-mata demi menggapai cita-cita yang dia inginkan. Oke Oyon semoga anda sukses di seberang sana. Salam dari tanah Kayong. Ketapang Kalimantan Barat. Sampai bertemu di Sambora Tetap Jaya.

Minggu, 22 April 2012

Lebih Dekat dengan Subhan Taqim


Sosok yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi bagi cewek-cewek Sambora. Sebab pemilik nama lengkap Subhan Taqim ini juga masuk delapan pria terganteng di Desa Sambora pada tahun 2010 lalu.

Pria yang gemar dengan olahraga volley ini juga merupakan aktifis dari Desa Sambora yang kini sedang mengenyam pendidikan di sekolah tinggi STKIP Pontianak. Sosoknya yang ramah dan murah senyum menjadikan dia banyak digandrungi cewek-cewek cantik.

Hobinya pada olahraga volley membuat dirinya kini terkenal di kampusnya. Selain sebagai pemain andalan Sambora di kampus dia juga menjadi pemain andalan, dan sering mengharumkan nama kampusnya. “tapi disemprot minyak wangi’ hehehe.

Oh ya satu lagi, pria yang pernah menjalin hubungan dengan dara manis asal Sambora, (sana) ini kabarnya tidak lama lagi akan menikah. Alhamdulillah deh kalau begana. Sukses selalu ya. (**)

Jumat, 06 April 2012

Pingin Sendiri

Edisi gosip kali ini kita akan melihat tentang sosok gadis hitam manis pemilik nama Lela. Dia juga termasuk cewek yg aktif pada remaja masjid Sambora. Kabarnya dia dulu pernah menjalin hubungan dengan Jan Pentol, namun hubungan tersebut kandas di tengah jalan, dan Jan Pentol kini sudah menjalani bahtera rumah tangga dengan gadis pujaan hatinya.

Lalu bagaimana dengan Lela?? katanya sih masih asik sendiri dulu, belum mikirin kesitu masih pingin konsentrasi dengan kuliahnya. Sebab kalau kuliah sambil pacaran bisa menganggu, ujung-ujungnya malah lama nanti kuliahnya. Ya prinsip yang cukup bagus dan masuk akal tentunya.

Dan satu lagi, gadis penggemar Afgan Ali Anshori ini, orangnya ramah banget lo, setiap bertemu dengan orang pasti akan disapanya. Pernah ada pengalaman menggelikan yang pernah dialaminya. Karena saking ramahnya orang budek (tuli) dipanggilnya, namun orang itu tidak mendengar apa-apa, namanya juga tuli. Hehehe

Oke deh sukses buat Lela, semoga kuliahnya cepat selesai ya... tak enteni.. hahahahaha.

Kamis, 05 April 2012

Sukodok Sang Jawara Sambora

Sosok pria yang satu ini tentu tidak asing lagi bagi masyarakat Sambora. Dia adalah Eko Purwanto alias Sukodok. Pria yang tengah mengenyam pendidikan di STKIP Pontianak ini adalah pembalap (pemuda berbadan gelap) andalan dari Sambora.

Dia sudah malang melintang di dunia otomotif, dan kerap kali mengikuti kejuraan motor cros dan memboyong medali emas, baik dalam kejuraaan motor cros bodo pasong maupun kejuraan motor cros bodo kupat.Hahahaha. seru juga ki koyoke.

Anak pertama dari pasangan Sumidi dan Masamah ini memang sudah sejak kecil mempunyai cita-cita sebagai pembalap andalan tingkat RT. Di luar dugaan ternyata dia bisa mendapatkan prestasi yang lebih gemilang lagi.

Berkat prestasi yang diraihnya itupula, Sukodok terpilih untuk mewakili RT III dalam kejuraan motor cros 17 Agustus mendatang. Aksinya di sirkuit SMC selalu ditunggu-tunggu para gadis yang menjadi penggemarnya, dan para motor cros mania. Karena sering kali dia melakukan standing sampai jok motornya lepas. Hahahaha. Terlalu semangat bah.

Oke Sukodok sukses selalu, semoga bisa mewakili Sambora dalam ivent yang lebih besar lagi. Salam dari Ketapang

Mengenal Sosok Nono Lebih Dalam

Pada edisi kali ini kita akan mengenal lebih jauh sosok pria kecil yang memiliki nama asli Maryono. Pria kelahiran Sambora ini merupakan Mapala (mahasiswa paling lama wakakakakakk). Lihat saja penampilannya beda kan dengan pria kebanyakan. Dia juga merupakan aktifis di Desa Sambora yang kini sedang mengenyam pendidikan di Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP). Katanya sedang pusing menggarap skripsi. Ahahahaha, """"hari gene bikin skripsi. Gak jaman pek"""".

Katanya sih sekarang dia sedang menjomblo, maka dari itu kepada orang tua di seluruh Sambora, yang sekiranya butuh mantu elek-elekan bisa langsung menghubungi lek Wiji (ortunya) hahahaha. Dijamin akan memuaskan, karena selain calon sarjana dia juga bisa mencari rumput lo. Hehehehe.

Nono begitu biasa dia dipanggil, juga sangat aktif dalam kegiatan di Sambora, bahkan bisa dibilang aktifis, yang awet muda. Maklum postur tubuhnya memang awet kecil, makanya tidak heran jika pacarnya selalu daun muda. Hahahahaha, Guyon lek ojo tenanan lo.

Ya mudah-mudahan saja, dia bisa segera menyelesaikan studinya di UMP, sehingga bisa turut membangun Sambora. Sebab orang-orang seperti dialah yang kita butuhkan untuk membangun desa yang kita banggakan. Semoga sukses ya No, salam dari Ketapang

Sekilas Tentang Ishak

Kalau ini namanya pak Udak Ishak alias Iszek, ayah satu anak ini juga cukup aktif dalam berbagai kegiatan di Desa Sambora. Mulai kegiatan keagamaan sampai dengan kegiatan sosial kemasyarakatan dia pasti ikut ambil bagian. Sekarang Iszek sibuk dengan kegiatan barunya sebagai seorang kontraktor alias pemborong, namun demikian setiap ada kegiatan dirinya selalu menyempatkan diri untuk terjun di dalamnya.

Penggemar musik pop ini juga sekarang masih tetap eksis untuk menghidupkan kegiatan yang ada di Desa yang berpenduduk mayoritas Jawa itu. Karena organisasi menurut dia adalah nafas dalam kehidupannya. Berkat keaktifannya itupula, pria yang pandai memainkan alat musik guitar ini direkrut menjadi staf ahli khusus dalam sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa dan kontruksi.

Selasa, 03 April 2012

Sisi Lain Pekerja Jurnalis

Ngebaca status di FB kawan, yang bekerja sebagai wartawan, jadi kepingin nulis sedikit kisah tentang pekerjaan mereka. kebetulan saya juga pelaku jurnalis di harian Tribun Pontianak.

Hmm pada awal-awal dulu jadi wartawan saya ditugaskan oleh perusahaan meliput bagian kriminal. Namanya baru pertama ya semuanya serba sulit, belum punya kawan, belum punya link yang bisa ngebantu buat cari informasi. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya aku bisa menyesuaikan diri.

Hmm, kalau liputan di bidang kriminal ini, ibarat bahagia di atas penderitaan orang lain. Lo kenapa memangnya? ya sebab kalau ada kasus kejahatan pasti wartawan kriminal paling suka, tapi kalau gak ada kejadian waduh pusing tujuh keliling.

Wartawan kriminal paling suka ngeliput kasus pembunuhan, perampokan, pencabulan, dan penjambretan karena nilai jual berita yang demikian sangat tinggi, dan sudah pasti akan dibaca oleh orang. Padahal kita ketahui keluarga korban pembunuhan ini sangat sedih karena keluarganya meninggal, demikian juga dengan korban perampokan tentu saja akan sangat syok karena ketakutan dan harus mengalami kerugian. Pun demikian dengan korban jambret, korban pemerkosaan, pencabulan dan lain sebagainya. Nah sementara wartawan malah seneng.. Tu bener ndak, bahagia di atas penderitaan orang lain.

Apalagi kalau lagi sepi peristiwa, sudah telpon sana-sini belum juga ada informasi, pasti wartawan paling bingung wah mau nulis apa ini buat besok. Kalau sudah begitu kadang-kadang doanya malah yang bukan-bukan. Semoga ada kejadian,....

Pernah suatu ketika kami nongkrong bersama rekan-rekan yang lain. Kebiasaan kami memang seperti itu kalau sedang sepi berita nongkrongnya di warung kopi langganan. Pada saat sedang asik ngumpul tiba-tiba saja ada pemuda yang berboncengan tanpa menggunakan helm melaju di depan kami. Sepontan kamipun langsung mendoakan mereka, agar terjatuh, sebab dengan demikian akan menjadi berita, apalagi kalau sampai meninggal.

Entah karena kebetulan atau memang doa kami tersebut dikabulkan, pengendara tadi langsung jatuh saat membelokan kendaraannya. Bruaaakkkk. Seperti ada yang mengkomandoi kamipun langsung lari mengejar ke arah orang yang jatuh tadi sambil mengeluarkan kamera masing-masing. Kami melihat satu diantara mereka masih bergerak-gerak sementara satu orang lagi tidak bergerak-gerak.

Kami tidak langsung menolong, melainkan mengambil gambar orang yang jatuh tadi. Dan sebagian diantara kami ada yang bertanya, "Masih hidup tidak yang ini" tak lama kemudian orang yang awalnya diam saja tadi langsung bergerak. Lalu rekan kami yang lainnyapun ada yang teriak,, "huuuu masih hidup tak serulah ni beritanya...

Hahahaha, lucu orang bukannya nolong malah mengharapkan ada yang meninggal.

Mungkin terkesan aneh, tapi itulah pekerjaaan kami di lapangan. Sama halnya seperti dokter yang mengharapkan adanya orang sakit, tukang tambal ban menginginkan adanya kendaraan yang bocor, bengkel menginginkan adanya kendaraan yang rusak.

Semua memang telah diciptakan secara berpasang-pasangan, bukan karena wartawan meski harus senang ketika melihat orang. Itu semata-mata karena sudah menjadi profesi mereka yang dituntut untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

Sama halnya dengan dokter yang mengharapkan orang sakit, bukan berarti dia senang melihat adanya orang sakit, melainkan karena niatnya ingin menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongan, demikian halnya dengan pemilik bengkel, tukang tambal ban

Semua saling berkaitan agar kehidupan ini bisa terus berputar, ada orang jahat ada orang baik, ada orang cantik dan ganteng dan ada juga yang jelek, ada siang dan ada juga malam, ada lak-laki dan ada perempuan, ada langit dan bumi. Karena memang itu sudah menjadi ketentuan.

Maka dari itu jangan pernah kita melihat seseorang dari sudut pandang yang negatif, namun berusaha untuk berfikir positip.Terkadang masih saja ada anggapan wartawan selalu membuat hal, suka memeras dan lain sebagainya. kendatipun ada, namun itu hanyalah oknum.

Kami dituntut untuk terus memberikan informasi kepada pembaca, sehingga sebisa mungkin kamipun harus mendapatkan informasi teraktual yang terjadi di sekitar masyarakat. Karena setiap hari pembaca selalu menginkan informasi teraktual dari kami.

Mereka mungkin tidak tahu bagaimana tugas kami di lapangan, yang terkadang harus mendapat ancaman dari orang-orang kuat bertangan besi yang tidak suka kasusnya diberitakan, terkadang kami juga harus bertaruh nyawa demi mendapatkan berita yang menarik, terkadang kami juga dicatut oleh oknum wartawan lainnya demi kepentingan mereka mencari uang. Terkadang kami juga harus menerima pukulan dari aparat, dari preman dan bahkan harus kehilangan nyawa hanya demi sebuah informasi.

Sudut Desa Sambora

Kemarin ada yang uplod foto sawah di Desa Sambora. Langsung deh teringat dengan kampung halaman yang jauh di sana.

Sebagian besar masyarakat Desa Sambora, Kecamatan Toho Kabupaten Pontianak, memang berprofesi sebagai petani, tak heran jika di sana terhampar luas sawah. Sebagian lain juga ada yang bekerja pada sektor perkebunan karet, pekerja swasta, berdagang dan menjadi PNS.

Dari sektor pertanian desa Sambora sudah cukup maju, karena mereka sudah didukung dengan peralatan yang modern, dalam satu tahun biasanya dua kali bercocok tanam. Ya sudah seperti daerah pertanian yang ada di pulau Jawa.

Pada bagian lain masyarakat setempat juga memanfaatkan lahan sawah mereka sebagai keramba ikan. Dari keramba itu mereka bisa menambah penghasilan, bahkan terkadang dari keramba itu keuntungan masyarakat lebih besar. Sayangnya mereka masih terkendala pada sulitnya pemasaran. Sebab mereka seringkali harus menjual sendiri hasil panen ikan ke luar daerah.

Dari sektor perkebunan karet juga cukup menjanjikan, sebab dari hasil perkebunan itulah mereka bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, untuk belanja sembako ataupun biaya sekolah anak-anak mereka.

Pada pagi hari masyarakat desa Sambora umumnya bekerja menoreh karet, kemudian pada sore hari berladang. Sedangkan jika hujan, terpaksa mereka harus konsentrasi ke ladang.

Dari berbagai sumber dan pendapatan itulah mereka bisa menyekolahkan anak-anak mereka, bahkan saat ini sudah banyak dari mereka yang melanjutkan pendidikan sampai pada perguruan tinggi. Sayangnya ketika mereka lulus dari perguruan tinggi, mereka banyak yang meninggalkan kampung halaman, karena telah menjadi pegawai negeri atau bekerja di tempat yang lain.

Oh ya, di Desa ini juga terdapat objek wisata alam air terjun,, biasanya warga setempat menyebutnya dengan air terjun bukit raya. Letaknya kurang lebih 5 Km dari desa, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Tempat wisata ini cukup ramai pada hari libur, baik lebaran, natal maupun hari libur lainnya. Dan tidak sedikit pula masyarakat dari luar dan mahasiswa yang mengunjungi wisata tersebut.

Ya inilah desa kami, masih perlu banyak pembenahan dari berbagai sisi, mulai dari pertanian, perkebunan, insfrastruktur dan lainnya, agar desa kami menjadi lebih maju lagi. Sukses buat anak Sambora ya, terus bangkit dan membangun. (**)

Senin, 02 April 2012

Guines Off Record Versi Sambora

 Ni Namanya Makdum, alias pak kumis dia juga dikenal sebagai nidjinya Sambora
 Kalau yang ini, namanya Lela, dia ini pernah menjalin hubungan dengan Jan Pentol lo
 Nah yang ni Ibnu Hajar terus,,,, mantan calon anggota DPRD Mempawah dari Partai PKS
 Nah kalu yg ini, Eko Purwanto alias Sukodok Momok Coy, pembalap (pemuda berbada gelap) andalan sambora
 Nah yg ini, Ali Anshori, orangnya santai kalem, pendiam dan pemalu. Namun dia ini orangnya, ya biasa saja sih
 Kalau yg satu ini Ishak atau biasa dipanggil Iszek. Aktifis Sambora, sekarang dia ini sudah sukses menjadi kotraktor
 Kalau yang ini, Arif Rahman, atau Arif Kuntoro. Orangnya Smart dan aktif sekali dengan berbagai organisasi, dan sekarang jadi wong gunung. Kikiki
 Ni Ani Tia, anaknya pak RT, cantik ya, hahahaha.
Ni Imran Jamil, Alias Pak UT, ustad Tambul. Sangat aktif sekali diberbagai kegiatan desa, sekarang sudah jadi bos minyak di Pertamina. Kalau lagi langka minyak minta saja sama dia

MTQ ke III Desa Sambora

Panggung utama berdiri megah di depan pusat peradapan agama islam, tepatnya di depan gedung sekolah milik yayasan hidayatul atfal, Sambora. Panggung tersebut dipergunakan untuk perlombaan para peserta yang bertanding pada MTQ ke III tingkat Kecamatan Toho yang dilaksanakan mulai tanggal 27-30 Juli 2011.

Ada sekitar seratusan peserta yang unjuk kebolehan dalam ajang tahunan ini, mereka berasal dari empat kafilah, yakni kafilah Desa Sambora, Desa Sumber Agung, Kecamatan Mandor dan Kecamatan Toho.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh kesra Kabupaten Pontianak, Drs Ismail, kemudian dilanjutkan dengan pawai takruf yang dikuti seluruh peserta dan ibu-ibu pengajian BKMT.

Ada 11 Cabang perlombaan yang dipertandingkan dalam perkampungan muslim tersebut, diantaranya, pawai ta'ruf, MTQ tingkat dewasa/remaja, Puisi remaja, Kaligrafi, MTQ BKMT
Hifdzil, juz ama anak-anak, Tilawah anak-anak, Syarhil quran, remaja, Busana muslim, remaja/anak-anak, Tartil quran anak-anak, Adzan anak-anak Pidato anak-anak, Fahmil quran remaja, dan Fahmil quran BKMT.

Pada malam pertama, diperlombakan dengan pembacaan puisi tingkat remaja, yang dilaksanakan di panggung kedua, sedangkan dipanggung utama diperlombakan tilawatil quran, untuk tingkat remaja dan dewasa.

Untuk memikat hati dewan juri para pesertapun memperlihatkan kebolehannya masing-masing, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik, agar bisa membawa pulang piala bergilir yang disiapkan panitia.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan menjelang pelaksanaan ramadhan, bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama pemuda islam dan belajar untuk memahami agama islam lebih dalam lagi.

Dari Sebuah Obrolan BBM

Pada awalnya saya menulis status di Black Berry Mesengger (BBM) yang bunyinya begini. "Tadi pagi sudah agak tertib kok sekarang banyak yang antre pakai drum lagi". Isu tersebut memang lagi hangat berkaitan dengan rencana kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

Tiba-tiba saja ada anggota kepolisian yang bertanya kepada saya, "kalau menurut kacamata rekan-rekan pers Ketapang bagaimana analisa kondisi yang demikian"

Sebelum menjawab aku balik bertanya dengan dia, mau jawaban jujur atau bagaimana?

Dia kemudian menyatakan, saya lebih suka kalau jawaban jujur dan apa adanya"

Oke kemudian akupun berusaha menjawab sebisanya dan sepengetahuan saya tanpa ada yang ditambah ataupun dikurangi.
Kalau menurut saya kondisi yang demikian itu semata-mata karena SPBU ingin mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dari penjualan. Sebab kalau dijual kepada orang yang membeli menggunakan drum secara otomatis akan cepat habis, selain itupun harganya lebh mahal. Disamping  itu saja biaya operasional lebih murah, dan otomatis gaji karyawan juga lebih sedikit karena jam kerja mereka tidak lama.

Kondisi yang demikian tidak mungkin tidak diketahui oleh aparat, dan pemerintah.Kalau tidak tahu berarti dipertanyakan.

Apa ada buktinya??

Hal semacam ini sudah menjadi rahasia umum. Bahkan lebih ekstrimnya lagi, aparat juga ada oknum aparat yang bermain. Saya kemudian menyebutkan oknum yang saya maksud tadi. Dan saya yakin aparat juga tahu hal ini, tapi apa yang terjadi?? Bahkan kasarnya ya bos, kalau polisi mau melakukan penangkapan terhadap penimbunan BBM tidak perlu lagi melakukan penyelidikan, tinggal mendatangi saja, karena semua data sudah ditangan.

Dia kemudian menjawab ya, memang benar, memang ada yang tahu, ada yang tidak mau tahu, ada yang belum tahu dan ada juga yang tidak tahu. Jawabnya. Lantas kalau sudah ada data dan bisa dipertanggung jawabkan berarti sudah layak untuk dipbulikasi??

Saya jawab, saya sudah seringkali mempublikasikan, namun kalau tidak ada respon dari pemerintah dan aparat percuma dong??

Lantas apa dampak dari pemberitaan anda.

Ya setidaknya beberapa hari ini polres Ketapang sudah melakukan razia dan antrean BBM di SPBU sudah mulai tertib, walaupun mungkin itu tidak akan bertahan lama.

Dia menjawab, memang menjadi dilema bos, sebab terkadang orang sudah tahu, ilegal loging dilarang, menimbun BBM dilarang namun ketika ditertibkan mereka bilang, lantas kami mau kerja apa??, Mereka berdalih mencari tambahan di tengah himpitan ekonomi.

Ya itu permasalahannya, kalau seseorang sudah terpengaruh dengan uang, pasti idelisme akan hilang. Dan kesalahan yang dilakukan bersama-sama menjadi sesuatu yang samar-samar kemudian menjadi hal yang dianggap wajar, sehingga hukum tidak lagi berlaku.

Dia menjawab, saya juga sedih bos melihat kenyataan ini, namun apa boleh buat, terkadang saya juga nyaris terpengaruh melakukan tindakan yang sedikit melenceng.

Itu wajar, namun setidaknya kita tidak ikut masuk dalam bagian mereka.

Hehehe. Begini rupanya ya kehidupan ini...


Minggu, 01 April 2012

Facebook Gaul Atau???

Lek gawekno facebook (om buatkan facebook) begitu SMS yang masuk ke nomor HP ku, SMS tersebut dari keponakanku yang cantik. Hehehe muji keponakan sendiri tidak apakan, namanya juga paman, buat senang keponakan sekali-kali kan tidak apa-apa. Dia sebenarnya belum cukup umur untuk memiliki FB, tapi bagaimana lagi karena dia mendesak mintanya, katanya kalau gak punya FB gak keren, sebab teman-teman sekolahnya sudah punya FB.

Ya mau tidak mau demi keponakan, mana sudah terlanjur bilang dia cantik lagi kan, masak gak punya FB, mana gaul men. Ahahahahaha.

Memang sekarang ini FB sudah menjadi gaya hidup, gak tua gak muda, di kampung ataupun di kota semuanya sudah punya FB kecuali bapak dan ibu saya, yang gak bisa main FB, apalagi sekarang ini dengan fasilitas HP saja FB sudah bisa dibuka, jadi dimana saja bisa buka dan updet status FB.

Di sini lain FB memang bermanfaat buat kita, setidaknya kita bisa mengetahui perkembangan di sekitar kita hanya dengan hanya melihat FB, ataupun kabar kawan nun jauh di sana. Dari FB kita bisa tahu kawan kita yang sedang galau, sedang bahagia sedang apalah pokoknya. Jadi simpel bukan, gak perlu harus SMS or telp kayak jaman dulu.

Bahkan dengan adanya FB teman kita juga menjadi banyak, yang dari mana-mana kita juga bisa kenal, walaupun hanya dari FB, bahkan kawan yang sudah lama tidak ketemu bisa ketemu lagi gara-gara FB.

Dengan FB juga ada yang ketemu jodoh, awalnya kenalan, kemudian curhat, tukar nomor HP, janjian ketemuan, merasa cocok pacaran, sampai akhirnya nikah. Wah hebat bener ni FB.

Tapi,,,, jangan salah, ada juga lo yang gak lulus sekolah karena kebanyakan main FB, sebab gara-gara FB jadi lupa belajar. Nah kejadian beberapa waktu lalu ada yang nekat mau bunuh diri gara-gara pacaran sama cowok cuma melalui FB, nekat ndak tu, kacau kan. Lebay.com bahasa gaulnya, norak tahu gak sih. Gak punya iman namanya, bodoh banget mau bunuh diri gara-gara pacaran sama orang gak jelas.

Dan yang perlu diwaspadai juga ni buat kamu-kamu yang belum tahu, hati-hati juga nulis status di FB. Jangan sampai ketika anda khususnya yang cewek ni. Misalnya sedang sendiri di rumah jangan sampai nulis status FB kayak gini, "Sepi ni, gak ada orang di rumah, cuma sendiri bete". Wah bahaya banget tu, sebab status anda itu bisa mengundang tindak kejahatan. Mungkin ada orang yang awalnya tidak tahu, menjadi tahu karena melihat status FB anda, dari situ timbulah perbuatan jahat dari orang itu. Nah bahaya ndak tu, sebab sudah ada kejadian juga sih. Ih serem ya. aMIT-AMIT DEH.

Maka dari itu mulai saat ini, manfaatkan FB anda dengan sebaik-baiknya, upayakan jangan banyak menulis tentang keluh kesah, tapi tulis saja status yang membuat hidup anda menjadi lebih semangat. Kayak misalnya yok semangat kejar target, jangan males. " atau Bismillah kuawali dengan doa, semoga mendapatkan berkah dari Allah. Pokoknya banyak deh, tahu sendiri dah.

Yang muda jangan cuma sekedar pamer punya pacar baru, pusing mikiran gak tentu rudu, atau bilang hal-hal yang gak penting di FB, karena status anda juga bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Salam