:AYO BANGUN DESA KITA WAHAI PEMUDA SAMBORA

Rabu, 11 Juli 2012

Sedekah Itu Luar Biasa


Pernah suatu ketika ada seorang pria yang ingin pulang kampung, rencananya dia ingin menggunakan kapal, mengingat uang yang ada di sakunya hanya pas-pasan. Namun oleh rekannya, pria tersebut disarankan untuk membeli tiket pesawat. Dengan berbagai pertimbangan, pria tadi menyanggupinya dan memutuskan menggunakan pesawat.

Usai membeli tiket pesawat, pada sore harinya pria itu menghadiri undangan selamatan, dari rekannya yang lain, kebetulan pada hari itu anak rekannya tadi sedang dikhitan. Usai menyantap makan malam, pria tadi langsung memberikan uang sekitar Rp 50 ribu kepada sianak yang sedang disunat.

Keesokan harinya, sebelum berangkat pemuda tadi sempat bersilaturahmi kepada kenalannya yang lain. Setelah ngobrol ngalor ngidul diapun pamit undur diri. “Kok buru-buru,” Tanya kenalan pria tersebut. Dia kemudian menjawab karena pada siang hari ini dia akan segera berangkat pulang kampung.

Tak diduga tak dinyana, orang tadi langsung mengeluarkan uang seharga tiket pesawat, sekitar Rp 500 ribu. Dengan perasaan senang pria itupun menerimanya. Setelah pergi ke bandara, ternyata pria tadi juga bertemu dengan kenalannya yang lain, pada saat terbang dia kebetulan duduk satu bangku.

Sesampainya di daerah tujuan, pria itupun ikut bersama dengan kenalannya yang satu pesawat tadi, kabetulan dia dijemput dengan mobil. Tak disangka dan tak diduga, selain diantarkan ke tempat tujuan, kenalan pria itupun memberikan sejumlah uang lagi sekitar Rp 300 ribu.

Setelah beberapa lama di kampung asalnya, pria tadi hendak pulang ke tempat tugasnya, dia naik bus kemudian berhenti di terminal. Untuk mencapai kota tujuan dia harus naik bus kota ataupun ngojek lagi. Kebetulan karena hari jumat, pria tadi memilih untuk ngojek. 

Terjadilah tawar menawar harga. Kemudian si tukang ojek menurunkan sendiri harga ojeknya, dari Rp 35 menjadi Rp 30. Pria itupun langsung menyanggupinya. Kendati sudah ditetapkan biaya ojek dari terminal sampai kota sebesar Rp 30, pria tadi justru memberikan uang Rp 50 ribu, sekalian beramal katanya, sebab hari itu hari Jumat. Tukang ojek itupun tersenyum bahagia.

Kemudian pemuda tadi bertemu dengan rekannya yang ada di kota. Kawan pria itu bermaksud minta tolong. Tak disangka tak diduga, kawan pria itu  memberikan uang lagi sebanyak Rp 700 ribu, menginap di hotel dan keesokan harinya di belikan tiket pesawat. Waduh sungguh berlipat-lipat ganda rezeki yang didapat pria tersebut pada saat itu.

Cerita tersebut merupakan kisah nyata dari seorang anak manusia, dengan sedekah yang dia berikan ternyata balasan yang didapat sangat cepat dan lebih banyak. Jadi tunggu apalagi, jika anda masih mempunyai kesempatan untuk bersedekah, jangan ragu-ragu lagi, lakukanlah, karena semakin cepat anda bersedekah maka akan semakin baik. Selamat mencoba, dan selamat menikmati kenikmatan yang luar biasa setelah anda melakukan sedekah. (**)

Selasa, 10 Juli 2012

Keajaiban Menjemput Jodoh


Beberapa waktu lalu ada seorang laki-laki yang menjalin hubungan dengan gadis idamannya. Mereka pacaran kurang lebih empat tahun. Setelah memantapkan niat, merekapun ingin melanjutkan hubungan lebih serius lagi, yakni kejenjang pernikahan.

Akhirnya kedua insan itupun sepakat untuk memberitahukan kabar gembira itu kepada orang tua masing-masing. Tak lama kemudian orang tua laki-laki itu datang ke kediaman orang tua siperempuan, untuk melamar sekaligus menetapkan hari pernikahan.

Waktu terus berjalan, masing-masing dua insan yang berbahagia itupun berusaha mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk modal pernikahan mereka nanti. Sang laki-laki kembali kepada tempat tugasnya sebagai seorang wartawan, sedangkan siperempuan mencoba mengikuti kegiatan supaya bisa mendapatkan tambahan.

Waktu terus berjalan, tanggal pernikahan sudah semakin dekat. Tiba-tiba saja si perempuan meminta agar pernikahan ditunda, tak disangka akibat persoalan yang sepele itu terjadi pertikaian terjadi diantara mereka, sampai akhirnya pernikahan itu batal. Dengan perasaan sangat menyesal kedua insan itupun sedih bukan kepalang. Hari-harinya dilalui dengan perasaan sedih yang tak berkesudahan.

Mereka mencoba kembali untuk memperbaiki hubungan yang retak, namun selalu gagal dengan berbagai persoalan yang sangat sepele. Akhirnya harapan itupun pupus, hubungan tak mungkin dilanjutkan karena berbagai persoalan.

Di tengah keputus asaannya itu, sang laki-laki mencoba tegar, dia tidak ingin menyalahkan keadaan, dia tetap menerima segala ketentuan yang mungkin sudah digariskan oleh Sang Maha Pencipta dan Sang Pemilik Cinta, Dialah Allah Aja Awajalla.

 Alhamdulillah, Allah mengirimkan jodoh yang cantik lagi baik buat laki-laki tersebut. Dia tak menyangka jodoh yang dikirimkan oleh Allah akan secepat itu, tak pernah terpikir namun itulah keajaiban yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang mau berusaha dan berdoa.

Tahukah anda apa yang dilakukan laki-laki itu sepanjang hari dan sepanjang malam. Laki-laki tersebut ternyata mulai memperbanyak sedekahnya, memperbanyak sholat lail dan berusaha meminta maaf kepada orang tuanya yang berada jauh di kampung halaman.

Beberapa cara tersebut dia dapatkan dari membaca artikel dan obrolan dengan kawan-kawannya yang dia temui. Subhanallah sekali, pria tersebut mendapatkan Rahmat yang tak terkira. Lelaki tersebut rencananya akan menikah dengan jodoh yang diberikan oleh Allah dalam waktu dekat.

Sungguh ajaib sekali sedekah yang kita lakukan. Sebab selain akan membuat pemberi sedekah cepat mendapat jodoh, dia juga akan mendapatkan banyak manfaat lain dari perbuatannya itu, diantaranya menjadi semakin kaya, terhindar dari segala macam penyakit, dan yang tak terlihat tentunya adalah balasan Allah ta’Ala yang akan diberikan pada akhirat nanti.

Hal lain yang tak boleh kita lupakan adalah, berbakti kepada kedua orang tua. Sebab doa orang tua itu mudah diijabah oleh Allah. Maka sangat beruntung bagi mereka yang bisa berbakti kepada orangtuanya, sebab selain mendapatkan segala kemudahan dalam menjalani hidup mereka juga akan mendapatkan rahmat dari Allah.

Hal itu pula yang dilakukan oleh lelaki tersebut saat dia akan menjemput jodoh, pada suatu malam, dia melaksanakan sholat tahajud dengan segala keikhlasan dari hati, usai melaksanakan sholat laki-laki tersebut langsung bersimpuh dan meminta maaf kepada orangtuanya. Sungguh tak terduga beberapa pekan kemudian laki-laki tersebut mendapatkan jodoh. (**)

Senin, 18 Juni 2012

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT

Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu”  yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……


Disadur dari Buku Sepatu Dahlan Iskan (y)

Sambora Ngangenin

Asal membuka facebook pasti aku akan membuka group membangun desa Sambora, sebab di group tersebut saya bisa melihat teman-teman sekampung yang selalu ngangenin. Selain itu saat melihat group tersebut aku juga jadi tahu informasi terkini yang disampaikan teman-teman semua.

Nah kalau sudah buka group membangun Desa Sambora, aku pasti pingin buka blog Membangun Desa Sambora juga. Blog yang aku buat khusus untuk tulisan-tulisan mengenai desa Sambora, termasuk orang-orang yang ada di dalamnya.

Hmm bingun mau nulis apa lagi,... soalnya Sambora sudah banyak aku tulis di blog ini. Aku cuma nunggu tulisan-tulisan kawan dari facebook yang diharapkan bisa di posting di blog ini juga. Namun sampai sekarang kawan-kawan belum ada yang membuat tulisan.

Padahal nulis itu enak banget lo, sama dengan kita melakukan pekerjaan lain. Buktinya saya sudah menghasilkan ribuan tulisan semenjak kerja di Tribun. Bahkan di beberapa blog saya juga sudah menghasilkan ratusan tulisan.

Jadi buat kawan, yang berminat untuk menulis silahkan saja menulis apa yang mau ditulis, jangan ragu-ragu apalagi malu-malu. Sebab orang yang besar kemaluan akan sulit bergerak dan maju. Karena keberatan kemaluan. Hahaha. La kok blarak-blarak teko ndi-ndi.

Wes bengi, turu disek yo..... selamat bengin kanggo teman temin dan rekan rekin.......... 



Sabtu, 16 Juni 2012

Ada yang Copas

Kemarin ada teman kita dari Sambora yang mau bikin blog. Saya bilang lihat saja di mbah google, pasti kamu akan tahu bagaimana caranya membuat blog. Eh tak berapa lama dia sudah membuat blog, ya lumayanlah untuk pemula.

Tapi sayangnya, beberapa isi dalam blog tersebut semuanya Copi Pasti alias Copas. Beberapa kalimat yang saya tuliskan di blog INI (BLOG MEMBANGUN SAMBORA) dia salin lagi di blognya, hanya diganti nama ataupun tempatnya saja. Sudah begitu tidak pakai izin lagi. Tapi saya tetap menghargai dia, berarti dia ada kemauan.

Hanya saja saya menyarankan, kalau ingin membuat tulisan, harus lebih kreatif sedikit, jangan malu karena kita juga sama-sama belajar. Kita harus tampil beda dengan blog yang sudah ada. Tulis apa saja yang mau kita tulis, kalau bisa lebih kreatif lagi dari blog saya ini. Dengan demikian ada kepuasan tersendiri karena kita berhasil dengan jerih payah kita sendiri.

Buat Makdum, dah tembak saja deh, kedepan harus lebih kreatif, kalau bisa usahakan selalu ada informasi terbaru dari sekitar anda, supaya orang mau membaca blog anda. Ingat lo blog dibaca bukan karena hanya tampilannya namun karena blog tersebut selalu diisi dengan informasi terbaru.

Pokoknya apapun yang mau anda tulis silahkan saja tuliskan, lama-kelamaan anda akan merasakan nikmatnya menjadi penulis.

Foto Foto Desa Sambora

 Ini lek Surahman saat akan berangkat ke kerambak, di bendungan omah tengah
 Yang ini Aji, anake lek Di balek ngaret (cari rumput) ko sawah gunung,, seru kan??? suasanane apik tenan
 Nek ini guri omahku bah, kandang kambinge Ahmad iki. Neng sekitar kandang eneng kayu bakar, ndeso banget kan
 Iki Supomo alias M Soleh, ape neng gone lek Lem, sambil Nelpon. Mantep kan, gotot awake, yo. Momok gitu lo. Tahu ape golek bojo neng Jowo, tapi sing wedok ra gelem di jak neng Sambora, dadi ra sido rabi, hehehe koyo aku yo mok. Tapi santai mok kue ganteng pun.
 Iki Cap Ayam, ngarep omahe mbak Sus, dalan sing lurus merono iku parak e nggone lek Lem. utowo ape neng gone Pak Tuo Gaib. Hehehe, saiki dalane wes apik yo kampunge.
 Iki Marsodik, alias pak ngaye, pengusaha pembibitan ikan yang ada di Sambora. Alhamdulillah dia sukses dengan usahanya sendiri, dan bisa menggaji dirinya sendiri. Satu diantara pemuda yang patut dicontoh. Selain sodik ada juga Sopik, Huda dan beberapa pemuda harapan Sambora. Mantap kan
 Iki Mandon, adike teberay, alias adike Said, ataupun adike Tuke, balek ngaret jarene, tapi kok ora gowo suket... Gayane gowo arco tapi ra mampu gowo balek. Halo mandon,, sedelok ngkas ramadon datang lagi
Iki sawahe Karjan, sing eneng gubuk kae sawae lek Parmi, mamake david... Bar panen pari, alhamdulillah lumayan kenek nggo modal David nek ape rabi. Hehehe. Sekian foto-foto desa Sambora. lain waktu insa Allah akan ada foto-foto terbaru yang akan kami sajikan untuk anda semua.
ini si tole vikram, lagi ngonekno mercon pring........... ngantek idepe kriting

Sambora dan Pengaruh Teknologinya

Tadi ada rekan satu kampung yang sekarang tugas di Kabupaten Suka Mara bertanya kepada saya. "Blog Sambora itu yang buat kamu kah" saya jawab "Iya". Dia kemudian mengatakan sudah melihat isi blog yang ada di dalamnya, tapi dia tidak memberikan komentar apa-apa mengenai blog tersebut.

Walaupun tidak ditanya, saya akan menjelaskan maksud dan tujuan saya membuat blog tersebut. Yang pertama niat saya adalah, untuk mengenalkan kepada orang lain tentang desa Sambora. Supaya orang tidak terkejut dan banyak bertanya ketika kita menyebutkan nama Sambora.

Yang kedua, adalah untuk memberikan informasi kepada rekan-rekan yang kebetulan ada di luar daerah, dan jarang kembali ke rumah. Setidaknya dengan informasi tersebut bisa menjadi pengobat rindu buat meraka Sekaligus untuk mengetahui perkembangan terbaru di Desa Sambora.

Meskipun saya akui isi blog tersebut belum maksimal, karena tidak selalu updet informasinya. Ya maklum saja saya juga jarang pulang ke Sambora, karena saat ini saya sedang tugas di Ketapang. Kalau mau pulang paling satu bulan sekali atau lebih.

Oh ya ngomong-ngomong soal Sambora, saudara kita yang ada di Sukamara tadi> Biar enak sebutkan saja namanya, dia adalah anggota satuan lalulintas polres Suka Mara, mungkin pangkatnya sudah brigadir sekarang ya, hehe sori gak tahu... Mudah-mudahan saja benar.

Dia menyatakan, sekarang pergaulan di Sambora sudah luar biasa ya... Saya hanya mengiyakan saja, saya tidak akan bicara soal itu panjanglebar di sini, mungkin saja dia juga sudah tahu kabar dari teman ataupun keluarganya yang ada di Sambora. Saya juga takut nanti malah menjadi gibah.

Bisa saja itu akibat dari penggunaan teknologi. Karena disadari atau tidak, saat ini perkembangan media dan teknologi semakin luar biasa, di Sambora anak-anak bisa mengakses informasi dengan sangat mudah dan cepat. Hanya dengan fasilitas telpon genggam mereka bisa mengakses berbagai situs yang tersedia di dunia maya.

Perlu penyadaran dan pemahaman, sehingga mereka tidak memanfaatkan teknologi untuk kepentingan-kepentingan yang kurang bermanfaat, sehingga kita tidak terjerumus pada tindakan yang melanggar norma-norma di masyarakat dan aturan dalam agama.

Kita wajib mengenal perkembangan teknologi, namun kita harus tetap bisa mengendalikannya, bukan sebaliknya menjadi korban dari teknologi. Salam dari Ketapang...

Minggu, 27 Mei 2012

Pemuda Dalam Islam


Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud -radhiallahu ‘anhu-, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya”. (HR. At-Tirmizi)
Hadits di atas jelas menunjukkan bahwa masa muda merupakah salah satu nikmat terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dan itu sekaligus menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan usia muda dan para pemuda. Karenanya berikut sedikit keterangan mengenai pemuda dalam pandangan islam.
Peran Pemuda Dalam Islam
Tidak diragukan lagi bahwa para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan manusia secara umum dan masyarakat kaum muslimin secara khusus, karena jika mereka adalah para pemuda yang baik dan terdidik dengan adab-adab Islam maka merekalah yang akan menyebarkan dan mendakwahkan kebaikan Islam serta menjadi nakhoda ummat ini yang akan mengantarkan mereka kepada kebaikan dunia dan akhirat. Hal ini dikarenakan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah memberikan kepada mereka kekuatan badan dan kecemerlangan pemikiran untuk dapat melaksanakan semua hal tersebut. Berbeda halnya dengan orang yang sudah tua umurnya walaupun para orang tua ini melampaui mereka dari sisi kedewasaan dan pengalaman, hanya saja faktor kelemahan jasad -kebanyakannya- membuat mereka tidak mampu untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan oleh para pemuda.
Oleh karena itulah para sahabat yang masih muda -radhiallahu ‘anhum- memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama ini baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Di antara mereka ada Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr ibnul Ash, Muadz bin Jabal, dan Zaid bin Tsabit yang mereka ini telah mengambil dari Nabi -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- berbagai macam ilmu yang bermanfaat, menghafalkannya, dan menyampaikannya kepada ummat sebagai  warisan dari Nabi mereka. Di sisi lain ada Khalid ibnul Walid, Al-Mutsanna bin Haritsah, Asy-Syaibany dan selain mereka yang gigih dalam menyebarkan Islam lewat medan pertempuran jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seluruhnya mereka adalah satu ummat yang tegak melaksanakan beban kewajiban mereka kepada agama, ummat, dan masyarakat mereka, yang mana pengaruh atau hasil usaha mereka masih kekal sampai hari ini dan akan terus menerus ada -dengan izin Allah- sepanjang Islam ini masih ada.
Para pemuda di zaman ini adalah para pewaris mereka (para pemuda dari kalangan shahabat) jika mereka mampu untuk memperbaiki diri-diri mereka, mengetahui hak dan kewajiban mereka, serta melaksanakan semua amanah yang diberikan kepada mereka yang berkaitan dengan ummat ini. Dan bagi mereka khabar gembira dari Nabi mereka -Shollallahu alaihi wasallam- tatkala beliau bersabda dalam hadits yang shahih, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya,” lalu beliau menyebutkan di antaranya, “Seorang pemuda yang tumbuh dalam penyembahan kepada Rabbnya.”
Perhatian Islam Kepada Pemuda
Agama kita Islam yang mulia ini mempunyai perhatian yang sangat besar mengenai pertumbuhan dan perkembangan para pemuda, karena merekalah yang akan menjadi tokoh di masa yang akan datang, yang akan menggantikan dan mewarisi tugas-tugas mulia dari ayah-ayah mereka kepada ummat ini. Berikut beberapa tuntunan Islam yang berkaitan dengan apa yang kita sebutkan:
1.    Islam menuntunkan setiap lelaki untuk memilih istri yang sholihah yang akan lahir darinya anak-anak yang sholeh yang selanjutnya tumbuh menjadi para pemuda yang beraqah dan berakhlak Islamy. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- bersabda mengingatkan setiap lelaki yang mau mencari istri, “Pilihlah  yang baik agamanya, kalau tidak maka celaka kamu.”
Hal ini dikarenakan jika Allah -Subhanahu wa Ta’ala- memberikan rezki berupa anak-anak dari istri yang sholihah maka dia -sebagai ibu- akan tegak melaksanakan perannya dalam rumah tangganya dalam hal mendidik dan mengarahkan anak-anaknya kepada tuntunan Islam. Ini adalah tuntunan Islam kepada para pemuda sebelum lahirnya.
2.    Memberikan nama yang baik kepada anak, karena nama yang baik itu juga memiliki makna dan pengaruh yang baik pada akhlak sang anak, karena dia merupakan lambang dari doa atau harapan orang tua kepada Allah tentang anaknya. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- memotifasi setiap orang tua untuk memilih nama yang baik buat anak mereka serta menjauhi nama yang jelek atau nama yang menunjukkan atau mengandung makna yang kurang pantas.
3. Melaksanakan nasikah/aqiqah untuk anak, karena hukumnya adalah sunnah mu`akkadah dan memiliki pengaruh yang baik kepada anak. Ketiga perkara di atas adalah tuntunan Islam kepada para pemuda di awal pertumbuhannya.
4.    Menaruh perhatian yang besar dalam mendidik anak ketika dia sudah memasuki usia mumayyiz dan sudah mempunyai daya tangkap (paham).
Dan telah ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- dalam hal ini, bagaimana beliau mengajarkan kepada anak-anak dan para pemuda dari kalangan sahabat semua perkara keagamaan dari yang palng besar sampai pada perkara yang paling kecil. Beliau bersabda kepada Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma- ketika mengajarkan beberapa perkara aqidah kepadanya, “Hai anak kecil, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkataan: Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya kamu akan mendapati Dia berada di depanmu, jika kamu meminta maka minta hanya kepada Allah dan jika kamu meminta pertolongan maka minta pertolongan hanya kepada Allah”. (HR. At-Tirmizi)
Dan beliau bersabda dalam masalah sholat, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka karena (mereka meninggalkan) nya ketika mereka telah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidur”.
Dan beliau juga pernah menegur Umar bin Abi Salamah ketika dia sedang makan, “Hai anak kecil, bacalah bismillah (sebelum makan), makanlah dengan (tangan) kananmu dan (mulailah) makan dari (makanan) yang terdekat denganmu”. (HR. Muslim)
Dan selainnya dari hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Islam menaruh perhatian yang besar terhadap para pemuda, dan Islam mengawasi serta mengarahkan mereka dalam setiap fase umur mereka yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan daya tangkap masing-masing pemuda.
Apalagi Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- telah mengkhabarkan dalam hadits Abu Hurairah, “Setiap (anak) yang dilahirkan (pasti) dilahirkan di atas fitrah, kedua orang tuanyalah yang membuat dia jadi Yahudi atau Nashrani atau Majusi”.
Hadits ini menunjukkan bahwa fitrah setiap anak yang dilahirkan adalah kebaikan, kebenaran, dan di atas nilai-nilai Islam, dan fitrah ini jika dijaga oleh kedua orang tuanya dan mereka mengarahkannya kepada kebaikan maka sang anak pasti akan mengarah kepada jalan-jalan kebaikan. Adapun jika kedua orang tua menyimpang dari nilai-nilai Islam dalam mendidik anak-anak mereka maka fitrah ini akan rusak dan ikut menyimpang dari nilai-nilai Islam sesuai dengan pendidikan orang tuanya. Maka jika orang tua adalah Yahudi atau Nashrani atau Majusi maka sang anak akan tumbuh di atas agama yang buruk ini yang secara otomatis telah merusak fitrahnya. Adapun jika orang tuanya adalah muslim yang sholeh, pasti dia akan menjaga fitrah yang mulia ini, yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah tempatkan ke dalam hati setiap anak, lalu menumbuhkannya, mensucikannya, dan menjaganya.
5.    Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan setiap anak ketika kedua orang tuanya atau salah satunya sudah berusia lanjut agar dia berbuat baik kepada keduanya atau kepada yang masih hidup di antara keduanya, dan agar sang anak mengingat pendidikan kedua orang tuanya kepadanya ketika dia masih kecil. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menyatakan, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kalian jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah sampai pada usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra` : 23-24)
Sisi pendalilan dari kedua ayat di atas adalah dalam firmanNya, “Sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. Maka perawatan orang tua kepada anaknya adalah suatu nikmat dan kebaikan untuk sang anak yang wajib dia balas kepada kedua orang tuanya. Bukan yang diinginkan dengan perawatan dalam ayat ini hanya terbatas pada perawatan yang sifatnya jasmaniyah saja, dalam artian mencukupi mereka dalam hal makanan, minuman, tempat tinggal, dan selainnya. Karena jika perawatan sebatas pada perkara-perkara tersebut maka tidak ada bedanya dengan perawatan binatang kepada anaknya. Akan tetapi yang lebih penting dari hal itu adalah perawatan maknawiyah berupa menjaga fitrah sang anak agar tetap suci, mengarahkannya kepada kebaikan, menanamkan nilai-nilai Islam pada dirinya, serta membiasakan mereka untuk tumbuh dan berkembang dalam aturan-aturan Islam, inilah perawatan yang akan mendatangkan manfaat yang pengaruhnya akan terus bersama sang anak.
Adapun sekedar merawat mereka dengan perawatan jasmaniyah, maka hal ini justru lebih mendekati kepada perbuatan merusak mereka daripada memperbaiki mereka. Karena seorang anak, jika dipenuhi semua kebutuhannya dari sisi makanan, minuman, dan keinginan tetapi tidak diberikan perawatan maknawi berupa pendidikan keagamaan yang benar maka ini adalah sebesar-besar faktor yang menyebabkan mereka tumbuh di atas sifat-sifat kebinatangan.
Maka jika kedua orang tua merawat anak mereka dengan kedua jenis perawatan ini maka inilah yang merupakan kebaikan besar yang akan terus-menerus dikenang oleh sang anak ketika dia merasakan kebaikan dari kedua orang tuanya sehingga dia bisa berkata sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” Wallahu a’lam bishshawab.

http://al-atsariyyah.com/pemuda-dalam-islam.html

Sopo Sing Ra Lulus?

Selamat yo kanggo cah cah Sambora sing lulus Ujian Nasional. Kanggo sing durung lulus yo sabar ae. Jenenge juga kompetisi, pasti eneng sing lulus lan sing ora lulus. Yakin ae pasti kabeh ono hikmahe. Sing penting cah=cah Sambora wes melakukan hal terbaik, dengan mengerjakan soal secara jujur.

 Durung berhasil adalah kesuksesan sing tertunda, ben awak e iso menang, berarti awake kudu melok kompetisi meneh pada Ujian Nasional tahun ngguri. Sebab kesuksesan eneng kalane dilalui disek songko kegagalan. Maka songko iku mau, kanggo siswa sing durung lulus kudu sinau sing lebih rajin meneh. Ojo kakean dolanan, opo meneh kakean pacaran. Hahaha.

Lah kanggo sing wes lulus, bukan berarti kalian saiki karek seneng-seneng. Eneng tantangan sing luwih abot meneh. Yoiku kuliah. Sebab kuliah iku ora podo karo waktu awak e sing sekolah. Kuliah iku karek awak e dewe. Nek ape maju yo kudu tenanan kuliahe. Yo opo ora. Takok Makdum nek ra percoyo.

Sopo ngerti juga awak e iso koyok Bahtiar sing saiki bakalan dadi dokter. Oh yo siji meneh sing paling penting sing ora iso ditinggalke yo iku, akeh-ake doa. Supyo opo sing dilakoni ketrimo deneng Allah SWT. Sebab ra eneng sesuatu sing iso dilakoni kejobo pangestune Gusti Allah.

Minggu, 20 Mei 2012

Band Kumis Tapi Keren

Buat Cah Sambora, nama Makdum Ibrahim tentu sudah tidak asing lagi. Dia adalah pemain drum Ayudia Band yang sekarang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Pontianak.

Pria yang sekilas mirip dengan giring Nidji ini juga sangat menyukai berbagai permainan alat musik, seperti gitar can keybord. Tak heran jika penampilannya selalu seperti anak-anak band yang sudah cukup terkenal di ibu kota.

Kumis begitu dia biasa dipanggil, dia termasuk akfitis Sambora yang sering berkecimpung dalam berbagai kegiatan. Dalam konser taklim dia juga sangat aktif, bahkan karena kegemarannya itulah dia banyak disukai cewek-cewek cantik.

Ya semoga saja, setelah dia menyelesaikan studinya nanti bisa ikut serta membangun desa Sambora. Sehingga Desa yang kita banggakan ini bisa menjadi lebih baik, karena kemajuan ada ditangan pemuda yang mempunyai talenta seperti dirinya. Salam hangat dari Ketapang.

Jangan Apatis Terhadap Perubahan

Sekitar bulan Desember 2012 mendatang Desa Sambora akan mengadakan pesta enam tahunan, yakni pemilihan kepala desa. Karena masa jabatan kepala desa sekarang akan segera berakhir. Wah siapa ya yang akan menjadi pemimpin desa Sambora nantinya. Jawabannya pasti akan diketahui setelah proses pilkades selesai.

Kendati demikian, hingar bingar soal pilkades belum begitu terdengar di desa berpenduduk sekitar 2500 jiwa tersebut. Kecuali incumbent yang diprediksi bakal mencalonkan diri kembali menjadi kepala desa untuk enam tahun kedepan. Sementara figur lainnya belum terlihat sama sekali. Kita tunggu saja siapa calon yang akan maju nantinya.

Sebagai orang yang berpendidikan kita tentu harus memilih calon pemimpin yang tepat, pemimpin yang bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik untuk desa yang kita cintai ini. Kita tidak boleh apatis (acuh) terhadap pembangunan di desa Sambora. Kita harus melibatkan diri didalamnya dengan memilih calon yang tepat.

Kita juga harus berani mengawal pemimpin terpilih, sehingga dirinya benar-benar bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Jika memang pemimpin yang kita pilih melakukan kesalahan kita harus berani mengkritisinya supaya amanah yang telah kita berikan kepada dia dapat dijalankan sesuai dengan yang diharapkan.

Beberapa waktu lalu, saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa masyarakat. Mereka menyatakan kecewa terhadap kepala desa saat ini. Karena terkesan acuh terhadap masyarakat yang dia pimpin. Sementara masyarakatpun tidak memperdulikannya.

Sikap demikian termasuk salah satu sikap apatis, yang terkesan tidak perduli dengan kemajuan desa kita sendiri, karena hanya ingin mencari aman untuk kepentingan diri sendiri. Padahal kita juga mempunyai kewajiban untuk bersama-sama membangun desa Sambora. Bukan sebaliknya membiarkan apa adanya bak air yang mengalir begitu saja.

Kita harus berani bertindak untuk sebuah perubahan. Sebab segala sesuatunya tidak akan bisa berubah tanpa ada niat dari kita untuk merubahnya. Soal keamanan, sejatinya bukan karena dia atau siapa yang menjadi pemimpin, namun karena kebersamaan kita untuk menjaga keamanan desa kita sendiri itulah yang menjadi kuncinya. Semoga sharing kita ini membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Salam Cah Sambora

 

Rabu, 25 April 2012

Nama Kecilnya Oyon

Edisi pekan ini, tentu sudah ditunggu-tunggu oleh komunitas group Cah Sambora. Sebab sosok yang akan kita kupas kali ini adalah pria ganteng bernama Prima Yudha. Cowok macho yang jadi idaman banyak cewek tersebut kini sedang mengenyam pendidikan di Jawa sana.

Bisa dilihat sendiri bagaimana penampilannya, sangat gagah dan menyakinkan. Kalau sudah begini sudah barang tentu cewek-cewek akan klepek-klepek dibuatnya. Apalagi kalau dia sudah mengenakan seragam kebesarannya, makin tambah gagah saja.

Oyon begitu nama panggilan di kala kecil dulu. Disaat masih anak-anak dia mempunyai kebiasaan yang unik. Sebab dimanapun pamannya pergi (Nadjib Murtadho) dia selalu ikut, tahu di mana dia duduk?? duduknya di bagian depan vespa dengan kondisi duduk. Sehingga kalau dari depan dia tidak kelihatan.

Nah sekarang meskipun sudah besar dan mempunyai pacar, dia juga masih suka nangis lo. Apalagi kalau sudah tiba saatnya lebaran, sementara dia masih berada di pulau seberang, pasti deh mbrebes mili. Lalu bilang. "Aku sedih kangen kampung halaman", padahal pingin mimik sama mbahnya. Akakakakaka. Lucu kan.

Tapi sekarang Alhamdulillah dia sudah lebih dewasa lagi, berpisah dengan orang-orang yang dia cintainya sudah menjadi hal yang biasa. Itu semata-mata demi menggapai cita-cita yang dia inginkan. Oke Oyon semoga anda sukses di seberang sana. Salam dari tanah Kayong. Ketapang Kalimantan Barat. Sampai bertemu di Sambora Tetap Jaya.

Minggu, 22 April 2012

Lebih Dekat dengan Subhan Taqim


Sosok yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi bagi cewek-cewek Sambora. Sebab pemilik nama lengkap Subhan Taqim ini juga masuk delapan pria terganteng di Desa Sambora pada tahun 2010 lalu.

Pria yang gemar dengan olahraga volley ini juga merupakan aktifis dari Desa Sambora yang kini sedang mengenyam pendidikan di sekolah tinggi STKIP Pontianak. Sosoknya yang ramah dan murah senyum menjadikan dia banyak digandrungi cewek-cewek cantik.

Hobinya pada olahraga volley membuat dirinya kini terkenal di kampusnya. Selain sebagai pemain andalan Sambora di kampus dia juga menjadi pemain andalan, dan sering mengharumkan nama kampusnya. “tapi disemprot minyak wangi’ hehehe.

Oh ya satu lagi, pria yang pernah menjalin hubungan dengan dara manis asal Sambora, (sana) ini kabarnya tidak lama lagi akan menikah. Alhamdulillah deh kalau begana. Sukses selalu ya. (**)

Jumat, 06 April 2012

Pingin Sendiri

Edisi gosip kali ini kita akan melihat tentang sosok gadis hitam manis pemilik nama Lela. Dia juga termasuk cewek yg aktif pada remaja masjid Sambora. Kabarnya dia dulu pernah menjalin hubungan dengan Jan Pentol, namun hubungan tersebut kandas di tengah jalan, dan Jan Pentol kini sudah menjalani bahtera rumah tangga dengan gadis pujaan hatinya.

Lalu bagaimana dengan Lela?? katanya sih masih asik sendiri dulu, belum mikirin kesitu masih pingin konsentrasi dengan kuliahnya. Sebab kalau kuliah sambil pacaran bisa menganggu, ujung-ujungnya malah lama nanti kuliahnya. Ya prinsip yang cukup bagus dan masuk akal tentunya.

Dan satu lagi, gadis penggemar Afgan Ali Anshori ini, orangnya ramah banget lo, setiap bertemu dengan orang pasti akan disapanya. Pernah ada pengalaman menggelikan yang pernah dialaminya. Karena saking ramahnya orang budek (tuli) dipanggilnya, namun orang itu tidak mendengar apa-apa, namanya juga tuli. Hehehe

Oke deh sukses buat Lela, semoga kuliahnya cepat selesai ya... tak enteni.. hahahahaha.